Selasa, 14 Februari 2012

BOLU MERANTI YANG SELALU DICARI

Hari-hari ini ada toko paling ramai di sebuah jalan sempit; di Jalan Kruing, Medan, Sumatera Utara. Keramaian itu terletak di Nomor 2-K, sebuah bangunan rumah toko yang berimpit dengan bangunan lain.
Pencinta kuliner menjadikan tempat ini sebagai tujuan mencari oleh-oleh dari Medan. Jejaknya tertera dalam wall of fame yang terpasang di ruang utama.
Orang mengenal tempat itu sebagai Toko Bolu Meranti. Nama meranti berasal dari nama Jalan Meranti di Medan. Dari tempat inilah Ai Ling, perempuan keturunan Hokkian, menemukan hokinya.
Dia merintis usaha ini sejak 1990-an. Sebelumnya, roti buatannya hanya terbatas untuk konsumsi acara arisan. Itu pun dititipkan kepada saudaranya yang memiliki usaha katering. ”Semakin banyak pesanan datang. Mama memutuskan membuka toko sendiri di rumah,” kata Kusno, putra ketiga Ai Ling.
Kecil namun pasti. Usaha Ai Ling makin berkembang. Pada 2004, toko berpindah ke Jalan Kruing karena toko di Jalan Meranti tidak lagi mampu menampung pembeli. Ai Ling memindahkan usahanya ke Jalan Kruing tanpa melepas merek Meranti karena tuahnya terus mengalir hingga hari ini.
Permintaan Lebaran
Sebelum dan sesudah Lebaran, permintaan bolu meranti semakin meningkat.
Menurut Kusno, permintaan melonjak sampai 20 persen dari hari-hari biasa. Mau tidak mau, karyawan dan bahan baku pun harus ditambah.
Penikmat roti bisa membeli bolu meranti mulai Rp 40.000 hingga Rp 70.000 per potong (panjang 30 cm). Ada delapan rasa tersedia: cokelat, pandan, keju, moka, nanas, kacang, abon, dan blueberry. Pembeli bisa memilih bolu gulung dan bolu bundar dengan lubang di tengah. Selain menyediakan bolu, juga ada roti lapis legit Rp 300.000 dan brownies Rp 40.000 per potong.
Salah satu penikmat roti bolu, Kiki Tobing (20), mengaku jatuh hati dengan bolu meranti lantaran rasanya yang khas. Ia mengetahui bolu meranti dari cerita-cerita temannya. Kini ia dan keluarganya sering membeli bolu meranti.
”Rasanya itu pas, tidak berlebihan. Rotinya juga lembut,” ujarnya Kiki yang datang membeli untuk tantenya yang hendak pulang ke Jakarta.
Selain bolu, Medan juga kaya dengan oleh-oleh lain, misalnya bika ambon dan durian. Siapa saja yang bepergian ke Medan bisa memilih salah satu atau semua jenis oleh-oleh ini untuk keluarga, teman, dan rekan kerja. Tidak heran 80 persen paket jasa pengiriman dari Medan selama Lebaran kali ini paling banyak berupa makanan oleh-oleh.

2 komentar: