Rabu, 02 November 2011

Melihat peluang toko roti berbasis open kitchen.

Dalam postingan kali ini, saya akan mengulas tentang konsep toko roti berbasis open kitchen. Mungkin bagi para pembaca sering membeli roti di toko roti sekitar tempat tinggal anda. Tetapi tidak begitu memperhatikan konsep toko roti yang anda kunjungi. Baiklah, saya akan memulai ulasan tentang konsep toko roti yang berbasis "open kitchen". Jenis toko roti ini biasanya membidik segmen pasar menengah ke atas. Konsep toko roti ini bisa dilihat dari desain interior tokonya yang mewah, proses produksi roti bisa langsung dilihat oleh pembeli, kadang ada yang memberikan fasilitas cafe untuk menikmati aneka produk roti yang kita beli. Kebersihan tempat produksi roti merupakan suatu keharusan bila anda menggunakan konsep ini. Kenyamanan dan pelayanan yang ramah merupakan suatu strategi marketing untuk meningkatkan daya beli pengunjung. Anda juga bisa menambahkan member card dengan program discount yang menarik. Anda juga bisa membuat semacam majalah internal yang berisi produk roti unggulan anda beserta event baking demo yang diselenggarakan distributor tepung, margarin dsb atau juga bisa anda yang menyelenggarakan sendiri. Strategi marketing untuk lebih mendekatkan anda dengan customer. Sehingga real market dapat anda miliki. Memang modal awal untuk memakai konsep toko roti berbasis open kitchen sangatlah besar. Tetapi dengan harga yang anda jual akan sepadan dengan kepuasan customer. Permasalahannya customer menengah ke atas lebih pandai dalam merasakan aneka produk roti yang enak. Kalau harga bagi mereka nomer 3, setelah cita rasa roti dan kepuasan mereka dalam membeli. Semoga sedikit tips dari saya ini berguna bagi anda.fkr

2 komentar:

  1. Oh begitu ya... kalau boleh tau saya minta solusi dong, agar memiliki toko kue open tapi modal kecil... terimakasih... poskan ke email saya ya:

    prasoit_it2010@ymail.com

    terimakasih

    BalasHapus